Minggu, 22 Desember 2013
Sabtu, 09 November 2013
Subnetting
http://elektro-industri10.blogspot.com/
SUBNETING
1.
Pengertian
Subnetting
Subnetting adalah proses memecah
jaringan / network menjadi beberapa sub network atau dalam pengertian lain
menurut saya adalah menjadikan host sebagai subnet
2.
Mengapa
dibutuhkan Subnetting ?
Subnetting dibutuhkan untuk efisiensi dan optimalisasi suatu
jaringan. Sebagai contoh apabila pada sebuah perusahaan terdapat 120 komputer
dan di perusahaan tersebut terdiri dari 4 divisi yang setiap divisinya terdapat
30 komputer. Tentu akan sangat sulit bagi administrator jaringan untuk
mengelola 120 komputer yang terdapat dalam satu jaringan tunggal, untuk itulah
pembagian jaringan diperlukan agar administrator jaringan dapat lebih mudah
mengelola jaringan.
3.
Keuntungan
·
Mempermudah pengelolaan jaringan
·
Untuk mengoktimalisasi jaringan
karena tidak terpusat pada satu jaringan tunggal
·
Mempermudah pengidentifikasian
masalah dan mengisolasi masalah hanya pada satu subnet tertentu
4. Kegunaan
subnetting
·
Untuk memecah network ID yang
dimiliki oleh suatu organisasi nenjadi beberapa network ID lain dengan jumlah
anggota jaringan yang lebih kecil.
·
Adapun hal ini dilakukan karena
sebuah organisasi mempunyai lebih dari satu jaringan/LAN,
·
Masing-masing jumlah hostnya tidak
sebesar jumlah maksimal IP host yang disediakan oleh satu kelas IP address dari
network ID yang dimiliki organisasi tersebut.
·
Hal ini dapat terjadi karena:
teknologi yang berbeda, keterbatasan teknologi, ‘kongesti’ pada jaringan, dan
hubungan ‘point-to-point’.
Minggu, 20 Oktober 2013
TCA 785 untuk FWR Controlled
PROJECT TCA 785 UNTUK FULL WAVE RECTIFIER
Tugas ini kami buat untuk mata kuliah Elektronika Daya. Rangkaian kontrol TCA 785 pada project ini kami buat untuk mengontrol Fulll Wave Controlled Rectifier
http://elektro-industri10.blogspot.com/
Static Var Compensator (SVC)
Static
Var Compensator (SVC)
A.
Pengertian
dan Fungsi SVC
Suatu
rangkaian yang digunakan untuk memperbaiki kualitas listrik sehingga
kerugian kerugian yang diakibatkan dari kurangnya kualitas listrik dapat di
kurangi. Fluktuasi faktor daya dapat diatasi dengan peralatan Static
Var Compensator (SVC) tipe FC-TCR agar menjadi lebih rata dan konstan.
Static
Var Compensator (SVC) adalah komponen FACTS dengan hubungan paralel, yang
fungsi utamanya untuk mengatur tegangan pada bus tertentu dengan cara mengontrol
besaran reaktansi ekivalen. Dari sudut pandang operasional, SVC bekerja seperti
reaktansi variabel shunt, yang bisa menghasilkan atau menyerap daya reaktif
untuk mengatur besarnya tegangan pada titik sambungan ke jaringan AC. Dalam
bentuk yang paling sederhana, SVC terdiri dari komponen fixed
capacitor(FC) yang terhubung paralel
dengan thyristorcontrolled reactor (TCR).
Kontrol
sudut penyalaan thyristor memungkinkan SVC untuk memiliki kecepatan
respon yang hampir seketika. Hal ini digunakan secara luas untuk menyalurkan
daya reaktif dan menyediakan support regulasi tegangan dengan cepat.
Selain itu SVC juga dipakai untuk meningkatkan batas stabilitas sistem dan
mengu- rangi osilasi daya.
Static
Var Compensator dirangkai dengan menghubungkan Filter
Harmonic secara paralel dengan TCR. Menyediakan filter daya reaktif kapasitif
yang sebagian mengimbangi daya reaktif induktif disediakan oleh TCR.
Untuk
mengimbangi beban maka kapasitor pada fixed capacitors dibuat besar melebihi
kapasitas daya reaktif yang dihasilkan oleh beban EAF. Ini dikarenakan
parameter yang diubah dan fleksibel adalah keluaran daya reaktif pada TCR
dengan menyesuaikan besar daya reaktif yang dikeluarkan oleh beban EAF. Karena
TCR juga menghasilkan harmonik yang dapat mengganggu kualitas listrik, maka
fixed capasitor yang berguna untuk
meredam gangguan harmonik tersebut. Dengan kata lain TCR dan Fixed Capacitors
saling membantu dalam menjaga kualitas listrik, Fixed Capacitors yang dalam hal
ini dibantu oleh TCR dengan mengatur sudut penyulutan untuk memabangkitkan daya
reaktif agar daya tidak bersifat kapasitif dan berfungsi untuk menjaga faktor
daya agar tetap mendekati 1 (Cos θ =1). Pengaturan sudut penyalaan ini bersifat
otomatis dan bergerak sangat cepat mengikuti perubahan kapasitas beban yang ada
atau yang digunakan.
Ø Sistem kompensasi memiliki kegunaan antara lain :
• Menstabilkan
Tegangan
Fluktuasi tegangan dapat dikurangi dengan rangkaian thyristor
dan kapasitor
• Mengurangi Flicker
Flicker dapat dikurangi dengan rangkaian thyristor dan kapasitor
• Memperbaiki Faktor Daya
Rangkaian filter penghasil
daya reaktif kapasitif. Sehingga dapat digunakan untuk koreksi
faktor daya
• Mengurangi Harmonic
Harmonic dapat dikurangi dengan rangkaian filter
• Menyeimbangkan Beban
Unbalance dapat disimetrikan dengan rangakaian thyristor
B.
Cara
Kerja SVC
SVC merupakan peralatan yang
mampu bekerja dengan menyerap atau menghasilkan arus reaktif yang terkontrol
dengan cara menyerap daya reaktif dari sistem atau menghasilkan daya reaktif
untuk sistem. Ketika tegangan sistem rendah SVC menghasilkan daya reaktif (SVC
kapasitif) namun ketika tegangan sistem tinggi SVC menyerap daya reaktif (SVC
induktif).
SVC ini berfungsi untuk
menyuntikkan atau menyerap daya reaktif statis yang terkendali dan dihubungkan
paralel yang mempunyai keluaran (output) yang bervariasi untuk mempertahankan
atau mengontrol variabel tertentu pada sistem tenaga listrik, terutama tegangan
bus. SVC terdiri dari TCR (Thyristor Controlled Reactor), TCS (Thyristor
Capasitor Switched) dan filter. Filter berfungsi untuk mengatasi besarnya
harmonisa yang dihasilkan oleh TCR.
Peralatan Static VAR Compensator
(SVC) digunakan untuk mengkompensasi daya reaktif. SVC juga terdiri dari
kapasitor, reaktor dan thyristor. Prinsip kerja Static VAR Compensator (SVC)
yaitu dengan cara mengatur sudut penyalaan thyristor, sehingga dapat mengatur
keluaran daya reaktif dari SVC dan besarnya arus reaktor. Arus yang
diterima oleh kompensator daya reaktif statis ( SVC ) merupakan penjumlahan
dari arus kapasitor dan arus reactor. Besarnya arus kapasitor tetap, yang
dirubah adalah besarnya nilai reactor yang tepat arus yang diterima oleh
kompensator daya reaktif statis dapat divariasikan dari kapasitif hingga
induktif. Nilai tegangan sistem merupakan input bagi pengendali, yang
kemudian akan mengatur sudut penyalaan thyristor. Dengan demikian Static VAR
Compensator (SVC) akan memberikan kompensasi daya reaktif maupun mengambil daya
reaktif yang sesuai dengan kebutuhan sistem.Gambar dibawah ini menunjukan
Static VAR Compensator Sistem.
Jumat, 11 Oktober 2013
MOTOR INDUKSI SATU PHASA UNIVERSAL
MOTOR INDUKSI SATU PHASA UNIVERSAL
Definisi judul
Motor universal adalah motor arus
bolak balik yang memiliki konstruksi maupun karakteristik sama dengan motor
arus searah . Keuntungan motor universal ini dapat dioperasikan dengan sumber
tegangan bolak balik atau denga tegangan arus searah pada nilai tegangan yang
sama.
Motor universal terdiri dari :
Stator
Stator adalah tempat kumparan
medan magnit diletakkan, pada umumnya motor universal mempunyai dua kutub.
Rotor
Rotor disebut juga jangkar (armature)
yaitu bagian yang berputar. Rotor terdiri dari dua bagian yaitu jangkar dan
komutator. Jangkar adalah tempat belitan kawat email dan ujung-ujung belitanya
ditempatkan pada komutator yang sesuai dengan langkah belitan jangkar.
Komutator
Pada permukaan komutator
diletakan sikat karbon yang berfungsi untuk mengalir arus dari sumber luar ke
dalam jangkar motor.
Kipas Pendingin
Hampir semua motor universal
memiliki kipas pendingin di bagian ujung poros- nya.
Konstruksi
stator dan rotor motor universal
Motor jenis ini didesain dengan
stator berupa lempengan besi yang dilaminasi, medan magnetis statis dan
armatur. Belitan armatur dan belitan medan dirangkai secara seri melalui dua
sikat arang, sehingga dihasilkan arah arus medan dan arus armatur yang sama
meskipun motor disuplai dengan arus AC. Torka yang dihasilkan dari motor jenis
ini berupa pulsa yang dihasilkan setiap setengah siklus ketika arus berubah
arah melewati komutator.
Prinsip kerja
Prinsip kerja motor universal
mudah dimengerti dibandingkan dengan prinsip kerja motor DC.
Berdasarkan persamaan torsi :
T= k Ia f
dengan :
T = momen kopel (Nm)
k = angka konstanta pembanding
Ia = arus jangkar (ampere)
f = fliks magnet (kg/A.s2 atau
tesla)
Bila motor dihubungkan dengan
sumber tegangan AC, pada saat ½ periode positif motor berputar berlawanan
dengan arah putaran jarum jam. Pada ½ periode negatif , dan menurut “hukum
tangan kiri” dinyatakan: apabila tangan kiri terbuka diletakkan diantara kutub
U dan S, maka garis-garis gaya yang keluar dari kutub utara menembus telapak
tangan kiri dan arus didalam kawat mengalir searah dengan arah keempat jari,
sehingga kawat tersebut akan mendapat gaya yang arahnya sesuai dengan ibu jari,
seperti terlihat pada gambar berikut
Kelebihan motor universal
Dibandingkan dengan jenis motor
ac fase tunggal lainnya, motor universal memiliki beberapa keuntungan:
Untuk berat tertentu, universal
motor menghasilkan tenaga yang lebih besar dari jenis lainnya.
Motor universal menghasilkan
Starting torsi yang besar tanpa arus yang berlebihan
Ketika beban torsi meningkat,
motor universal melambat. Oleh karena itu, daya dihasilkan relatif konstan, dan
besarnya arus masih dalam batas wajar batas. Dengan demikian, universal motor
ini lebih cocok untuk beban yang menuntut berbagai torsi dengan range yang
lebar, seperti bor dan mixer makanan.
Universal motor dapat dirancang
untuk beroperasi pada kecepatan yang sangat tinggi, sedangkan jenis motor ac
terbatas pada 3600 rpm, dengan asumsi 60-Hz source.
Kelemahan motor universal
Salah satu kelemahan universal
motor (serta mesin DC pada umumnya) adalah bahwa sikat dan komutator sangat
cepat menjadi aus.
Penggunaan
Motor universal banyak digunakan
pada peralatan listrik dengan ukuran kecil dan sedang, seperti Vacuum Cleaner,
bor tangan, mixer dan sejenisnya.
Aplikasi motor universal untuk
mesin jahit, untuk mengatur kecepatan dihubungkan dengan tahanan geser dalam
bentuk pedal yang ditekan dan dilepaskan.
Referensi
Achyanto, Djoko. 1990. Mesin-Mesin
Listrik,. Jakarta: Erlangga
Fitzgerald, 1989. Electric
Machinery (Alih Bahasa Djoko Achyanto). Jakatra: Erlangga
Wijaya, mochtar. 2001.
Dasar-dasar Mesin Listrik dan Elektronika Daya. Jakarta: Gramedia
http://blogs.itb.ac.id/el22440112211035abdisurya/2013/05/01/mesin-dc/#sthash.ZUjXPQT6.dpuf
Muncak di Gunung Penanggungan
Gunung Penanggungan, Mojokerto
"Alhamdulullah, akhirnya bisa mencapai Puncak Gunung Penanggungan. :-) "
http://elektro-industri10.blogspot.com/
Langganan:
Postingan (Atom)















