Solar Home System, Cara Alternatif Untuk Menghemat Listrik
![]() |
Solar Cell 135 WP |
Sumber
energi tidak terbaharukan memiliki dampak
negatif yaitu keterbatasan sumber daya dan menghasilkan buangan atau emisi. Investasi
pengembangan sumber energi alternatif dilakukan pada saat ini, dengan demikian
manfaat atau hasil akan diperoleh pada masa yang mendatang. Oleh karena itu,
agar memenuhi kecukupan energi dimasa yang akan datang, perlu dikembangkannya
sumber energi alternatif sehingga kemandirian energi dapat dicapai.
PLN sebagai otoritas pelayanan sumber energi listrik terkemuka di Indonesia dapat menyediakan fasilitas untuk menyediakan energi alternatif yang tersedia di bumi, salah satunya adalah sumber energi matahari.
Untuk merealisasikan dari pencarian sumber energi
terbaharukan yang mendukung energi dimasa depan, energi matahari menjadi salah
satu sumber energi terbaharukan yang sangat penting. Energi matahari menawarkan
banyak keuntungan antara lain tidak menghasilkan polusi, biaya perawatan rendah
dan tidak menghasilkan noise gangguan. Intensitas dari radiasi tenaga sinar
matahari pada atmosfer terluar adalah 1373 kW/m2. Sebagian dari energi ini
diserap dan dihamburkan oleh atmosfer bumi. Sebuah teknologi Photovoltaic (PV) menjadi perhatian
utama dengan mengkonversi energi dari sinar matahari menjadi energi listrik.
Dengan bantuan dari konverter elektronika daya (inverter), energi ini dapat diutilisasi dan didistribusikan ke pelanggan energi listrik.
Dengan permasalahan tersebut saya memiliki pendapat dalam memanfaatkan energi matahari tersebut agar secara langsung dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, yaitu Solar Home System (SHS). Pada prinsipnya Solar Home System adalah seperangkat solar panel yang dipasang pada atap atau halaman rumah yang berfungsi untuk menangkap foton dari sinar matahari. Kemudian energi tersebut disimpan dalam batery yang bertujuan agar energi listrik dapat dimanfaatkan pada malam hari ataupun digunakan langsung ke beban rumah tangga pada saat siang hari. Namun dalam proses merealisasikan sistem tersebut selalu terkendala oleh dana untuk membeli Solar Panel dan konverter untuk menunjang sistem tersebut dikarenakan harga solar panel terbilang cukup mahal untuk kalangan masyarakat pedesaan. Padahal, setelah saya melakukan pengujian dengan 4 buah solar panel 135 WP sudah dapat menghasilkan daya sekitar 450 Watt.
![]() |
Solar Cell 135 WP |
PLN sebagai penyedia listrik di Indonesia, tentunya dapat memanfaatkan kondisi ini dengan cara memberikan bantuan modal yang bersifat saling menguntungkan. Modal dapat berupa material ataupun teknis. Selama ini PLN telah memfokuskan pemanfaatan energi matahari untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Hal tersebut sangat bagus untuk mendukung target PLN 10.000 MW. Akan tetapi, apabila setiap rumah memiliki PLTS sendiri, tentunya beban PLTS maupun Pembangkit Listrik lainnya dapat dikurangi dan lebih hemat serta efisien. Dengan kata lain, sistem kelistrikan di Indonesia akan bersifat Hybrid ( PLN dan rumah ) dan tentunya akan menghemat sumber energi listrik yang tidak terbaharukan.
Apabila Solar Home System dapat terealisasi, PLN dapat memanfaatkan blog untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Nantinya blog tersebut berisi tentang bagaimana cara kerjasama anatra pihak PLN dengan masyarakat atau investor serta bagaiman cara menggunakan PLTS sederhana di rumah.
#ideKUUntukPLN
idenya keren banget mas. Coba promosinya gencar dan harganya terjangkau. Mau banget investasi itu buat rumah. Daripada bayar listrik makin mahal. hehe
BalasHapusHehe,,Terimakasih Mbak Ardiba,,ini ide akibat dapat tgs dari kampus + dari tugas akkhir saya,,hehe,,
BalasHapusnice post.. :D
BalasHapusTerimakasih Saudara Ratno,,,
BalasHapus